Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Soerya: Isdianto Masih Kader PDI-Perjuangan

Sabtu, 22 Februari 2020 | 18:50 WIB Last Updated 2020-02-22T11:51:09Z

Batam - Tidak ada kepastian sikap dari Plt Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Isdianto untuk serius mendampingi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-Perjuangan Kepri Soerya Respationo dalam Pilgub tahun 2020 membuat terhambat rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-Perjuangan, Sabtu (22/02/2020).

"Isdianto punya keinginan maju menjadi mencalonkan diri menjadi Gubernur dalam Pilgub ini. Isdianto terkesan tidak ingin menjadi wakil gubernur mendampingi saya, sehingga membuat DPP PDI-P bingung," ucap Soerya saat ditemui di sela-sela acara Rakerda PDI-P di Harmoni one Hotel.

Soerya mengatakan sampai saat ini Isdianto  masih kader PDI-Perjuangan dan menjabat sebagai ketua dewan pertimbangan daerah. "Artinya Isdianto harus patuh terhadap perintah partai," kata Soerya.

Soerya menegaskan jika Isdianto mau maju sendiri menjadi calon Gubernur dan tidak mengindahkan perintah partai maka sanksinya adalah pencabutan kartu tanda anggota (KTA) partai.

"Perintah partai mengusung saya menjadi calon Gubernur. Kalau Isdianto maju sendiri menjadi calon gubernur itu adalah tanda tidak mengindahkan perintah partai maka hal tersebut dikategorikan pelanggaran berat," sebut Soerya.

Masih menurut Soerya karena sikap Isdianto yang ingin maju sendiri menjadi penghalang turunnya rekomendasi DPP PDI-P untuk pencalonan dirinya menjadi calon Gubernur.

"Bukan rekomendasi kepada saya saja yang terhambat turun dari DPP PDI-P yang terhambat, untuk kabupaten dan kota se-provinsi Kepri juga terhambat," keluh Soerya.

Soerya menuturkan bahwa dirinya sudah melakukan komunikasi politik ke sejumlah partai politik lainnya diantaranya Gerindra, Demokrat dan Hanura.

"Dari komunikasi politik tersebut sudah mengantongi beberapa nama yang akan menggantikan posisi Isdianto sebagai calon Wakil Gubernur untuk mendampingi saya dalam Pilgub nanti," papar Soerya.

Soerya menerangkan bahwa dirinya dikejar oleh DPP PDI-P untuk sikap Isdianto. " Kalau sudah pasti Isdianto baru DPP PDI-P menurunkan rekomendasi, selambat-lambatnya (02/03/2020) DPP harus sudah mendapatkan rekomendasi DPP," tutup Soerya. (JP)
×
Berita Terbaru Update