Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ngamuk.! Bupati Apri Sujadi: Pulangkan TKA China Yang Masuk Bintan, Mereka Malah Buat Resah

Rabu, 01 April 2020 | 14:15 WIB Last Updated 2020-04-02T09:44:50Z
Bintan, elitnews.com, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tanjungpinang Agus Jamaludin membenarkan kedatangan puluhan tenaga kerja asing (TKA) asal China ke Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, melalui Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban.
"Benar, hari ini ada sekitar 39 TKA asal China masuk ke Kabupaten Bintan," kata Agus Jamaludin di Bintan, Kepulauan Riau, Selasa (31/3). Agus mengatakan seluruh TKA tersebut telah menjalani pengecekan suhu tubuh, dan tidak ada yang menunjukkan gejala Covid-19. "Mereka juga dilengkapi surat keterangan sehat dari negaranya," ujar dia.

Dari laporan yang diterima pihaknya, Agus mengatakan para TKA itu akan menuju ke PT Bintan Alumina Indonesia (BAI). Tapi belum dapat dipastikan apakah untuk keperluan bekerja atau yang lain. "Saya tidak tahu pasti, silahkan konfirmasi ke PT BAI atau Disnaker Bintan," ujar dia. Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bintan Indra Hidayat menyebut sudah menerima informasi mengenai kedatangan puluhan TKA asal China itu.

Pihaknya bersama tim terpadu yang meliputi Disnaker Bintan, Disnaker Provinsi Kepri, Polres, Dinas Kesehatan, Imigrasi Tanjungpinang, Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), akan turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan terhadap tenaga kerja asing tersebut. "Insya Allah, besok kami akan turun pemeriksaan ke PT BAI," ujar dia.


Mengetahui hal itu, Bupati Bintan Apri Sujadi mengaku geram saat mendengar kedatangan para tenaga kerja asing (TKA) ke kabupaten Bintan. Karena kabar itu ditengah semangat daerah melawan wabah virus corona atau covid-19, yang sudah menjangkiti 32 provinsi di Indonesia.

Dia berharap agar izin TKA ke Bintan sementara waktu distop dulu Sebagai kepala daerah, wajar saja Apri kesal karena masuknya TKA ke daerahnya, akan menimbulkan kekhawatiran warga Bintan, ditengah semangat melawan wabah virus corona. Dari laporan yang diterima Apri, para pekerja asing itu berasal dari Tiongkok, China. Mereka didatangkan oleh PT Bintan Alumina Indonesia (BAI), yang berlokasi d Kijang, kabupaten Bintan.

Apri pun tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya kepada pihak manajemen perusahaan, karena mendatangkan karyawan dari luar negeri pada waktu yang tidak tepat. Terhadap informasi itu, Apri mengaku sudah memerintahkan pihak Disnaker Bintan untuk menelusuri ke lokasi. “Saya sudah minta pihak Disnaker turun ke sana,” kata Apri, di Bintan, Selasa (31/3/2020). Menurutnya dengan melihat kondisi saat ini, dimana virus corona sedang merebak di mana-mana, sudah sepatutnya menjadi pertimbangan pihak perusahaan untuk penambahan karyawan, terutama yang berasal dari luar negeri.

Namun begitu dia tak lantas bisa bertindak langsung selaku bupati, karena Pemkab Bintan sama sekali tidak punya kewenangan untuk mengawasi lalu lintas tenaga kerja asing di daerahnya. “Kewenangan dan pengawasan masuknya TKA, seperti dari China ke PT BAI ini memang tidak ada pada kita,” kata Apri. Sedangkan pihak yang berwewenang untuk pengawasan masuknya tenaga asing, menurut Apri, sepenuhnya ditangan pemerintah pusat, atau kementerian terkait, dan pihak Disnaker Provinsi Kepri.

“Makanya saya juga sudah minta Disnaker Bintan untuk komunikasi ke Disnaker provinsi, atas apa yang terjadi,” ucap Apri. Hanya saja sebagai kepala daerah, tentulah dirinya merasa sangat prihatin dan punya tanggungjawab besar untuk melindungi warga Bintan. Makanya, selain menugaskan turun ke PT. BAI, Apri juga telah meminta Disnaker Bintan untuk berkomunikasi ke Disnaker Kepri terkait kedatangan TKA asal Tiongkok itu.

“Memang kewenangan tidak ada pada kita, tapi dengan masuknya TKA ini tentunya menjadi perhatian khusus bagi kami, ditengah semangat kita untuk mengantisipasi merebaknya wabah virus corona baru atau covid-19 di daerah ini,” kata Apri. Sebagaimana diketahui, pandemi covid-19, menjadi musuh besar seluruh negara di dunia. Virus yang mudah menular dan mematikan ini berasal dari Wuhan, China, yang terdeteksi pada akhir Desember 2019 lalu.

Ribuan korban meninggal dunia di negara itu, akibat terinfeksi virus corona. Di Indonesia, virus corona masuk pada awal Maret lalu, dan telah menulari 32 provinsi di tanah air. Data per 31 Maret 2020, terkonfirmasi 1.528 pasien postif terinfeksi corona, dengan kematian 136 orang. Untuk langkah antisipasi merebaknya virus corona, pemerintah telah menetapkan status bencana nasional non alam.

Berbagai kebijakan pun telah dikeluarkan untuk mencegah menyebarnya virus, hingga wacana pemberlakuan darurat sipil. Sejak Indonesia terinfeksi virus corona atau covid-19, juga banyak pihak yang menyarankan agar presiden Jokowi mengeluarkan kebijakan untuk mengunci pintu keluar/masuk Indonesia, atau lockdown. Tujuannya untuk menekan penyebaran virus corona di tanah air.

Selain itu, ada juga permintaan isolasi wilayah yang diusulkan oleh sejumlah daerah. Namun baik lockdown maupun isolasi wilayah masih dalam pertimbangan pemerintah pusat. Terkait kedatangan sejumlah TKA asal China di Bintan, Bupati Apri minta pihak PT. BAI untuk melakukan isolasi kepada mereka, selama 14 hari ke depan.

Selain itu, Apri juga meminta agar pihak berwewenang tidak mengeluarkan izin TKA ke Bintan, selama pandemi virus corona. “Sebagai kepala daerah, saya mohon kepada pihak berwewenang agar di stop dulu izin TKA ke Bintan. Kasihanlah dengan masyarakat Bintan,” ucpanya. (Tr)
×
Berita Terbaru Update