Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kapolda Riau Rencana Kembangkan Aplikasi Dashboard, Pasca Polda Riau Berhasil Ungkap Pelaku Pembunuhan dan Curas

Senin, 28 September 2020 | 14:59 WIB Last Updated 2020-09-29T08:02:32Z

 

PEKANBARU, ELITNEWS.COM - Tim Subdit III Direktorat Reskrimum Polda Riau berhasil menangkap Pelaku pembunuhan berencana dan disertai dengan pencurian dengan kekerasan (curas) terhadap pemilik mobil rental dengan akun facebook @rentalmobil_pku, M Alhadar pada Jumat (25/09/2020). Hanya dalam 4 hari Tim Pola Riau berhasil menangkap pelaku di Sumatera Utara.



Pelaku yang diketahui berinisial AN dan DV ini ditangkap Tim Gabungan saat bersembunyi di lokasi Panti  Pijat Jalan Binjai Simpang Diski Kota Binjai Provinsi Sumatera Utara. 


Namun pada saat penangkapan, kedua  pelaku berusaha melawan petugas dengan sajam yang dibawanya dan berusaha untuk melarikan diri. Sehingga petugas melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap kedua pelaku. 


"Dari hasil pemeriksaan terhadap kedua pelaku, perbuatan tindak pidana tersebut dilakukan  bersama-sama dengan 2 orang pelaku lainnya atas nama IR dan DD yang saat ini masih dalam  pengejaran," ungkap Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi didampingi Direktur Reskrimum Kombes Zain Dwi Nugroho dan Kabid Humas Kombes Sunarto dalam jumpa pers di Mapolda Riau, Minggu (27/09/2020) siang.


Hasil pemeriksaan terhadap kedua pelaku dengan didukung bukti-bukti, beber Kapolda, pelaku mengakui perbuatan melakukan perencanaan pembunuhan dengan maksud mengambil barang milik korban berupa mobil merk Daihatsu Xenia warna abu-abu metalik yang saat ini telah dirubah warna menjadi hitam dengan cara dicat pilox dan nomor nomor mobilnya diganti menjadi BK 1888 MQ.


Terhadap perbuatannya, tegas Kapolda, para pelaku dipersangkakan telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan pencurian  dengan kekerasan (curas) sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 340 KUHP dan atau pasal 338  KUHP dan pasal 365 ayat (3) KUHP dengan ancaman pidana hukuman mati atau hukuman penjara selama 20 tahun.


Untuk diketahui, masyarakat menemukan mayat  laki-laki dengan kondisi korban diikat dengan tali nilon dan kepala ditutup dengan handuk dengan beberapa luka tusuk/bacok akibat benda tajam di bagian kepala dan tubuhnya di sebuah lubang sumber air di belakang sebuah rumah di Jalan Bakal Baru Desa Tualang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak pada hari Senin (21/09/2020) sekira pukul 16.00 WIB.


Pengungkapan peristiwa ini diawali dari laporan Tutut Winarti, istri M Alhadar pada hari Minggu (20/09/2020) ke Polsek Tenayan Raya dan Dit Reskrimum Polda Riau.


Istri korban melaporkan kehilangan suaminya M Alhadar, karena sejak Senin (14/09/2020) hilang dan tidak dapat dihubungi lagi melalui handphonenya. Yang mana ada saat itu, suaminya mengantarkan 1 unit mobil merk Daihatsu Xenia warna abu-abu metalik nomor  polisi BM 1516 PB kepada seseorang yang akan sewa kendaraan ke Kota Gasib Kabupaten Siak, namun tidak kembali.


Bahkan Tutut Winarti berusaha menghubungi suaminya melalui HP berulang kali, namun tidak aktif dan terus berusaha mencarinya baik melalui Google Find dengan posisi terakhir aktif berada di Jalan Bakal Baru Kecamatan Tualang Kabupaten Siak maupun mengupload berita kehilangan suaminya di Instagram Lokerriau1, sehingga menjadi viral di media sosial. 


Hal tersebut menjadi awal penyelidikan dengan menghubungkan dengan penemuan mayat di Jalan Bakal Baru Desa Tualang Kecamatan Tualang Kabupaten Siak, sehari setelah dilaporkan ke Polisi.


Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan mayat, ditemukan mayat dalam keadaan terikat tali nilon warna hitam, handuk merah yang terikat pada kepala korban dan pakaian korban. Namun tidak ditemukan adanya identitas korban. Selanjutnya dilakukan otopsi di RS Bhayangkara dengan menghadirkan Tutut Winarti yang mengenali bahwa korban adalah suaminya M Alhadar yang meninggal karena kekerasan benda tumpul dan tajam yang banyak dibagian kepala.


Selanjutnya tim Reserse gabungan melakukan olah TKP penemuan mayat dan diperoleh informasi dari warga, bahwa pernah melihat korban di dalam rumah An yang berjarak 50 meter dari lokasi penemuan mayat.

 

Setelah dilakukan penggeledahan di dalam rumah, ditemukan barang milik korban antara lain Handphone Xiaomi Redmi, botol parfum yang ada bercak darahnya, Alquran, kain sarung warna biru. Juga ditemukan bercak darah pada alas meja dan piring.


Berdasarkan bukti-bukti tersebut ditambah keterangan saksi-saksi dilakukan pengejaran ke Langkat dan Binjai Provinsi Sumut.  


"Semua rangkaian penyampaian di atas menunjukkan peran Media Sosial sangat membantu Polri untuk  mempercepat pengungkapan kasus yang terjadi dan menunjukkan Komitmen Polda Riau dalam memberikan perlindungan terhadap semua kegiatan usaha di Provinsi Riau, salah satunya adalah Rental  Kendaraan Bermotor," ujar Kapolda.


Kapolda Riau menyampaikan  akan terus menjaga keamanan bagi seluruh masyarakat, khususnya dalam aktifitas ekonomi. Gangguan terhadap aktifitas ekonomi akan ditanggulangi dengan penegakan hukum yang adil. Guna menjamin keberlangsungan aktifitas ekonomi, sistem yang telah disiapkan adalah pembentukan satgas Patroli Jarak jauh Polda Riau, pengembangan aplikasi Dashboard Lancang kuning, dan penyiapan petugas patroli yang terampil. Disampiing itu juga disiapkan tim pemburu kejahatan yang terintegrasi dari Polsek sampai dengan Polda, dengan kemampuan IT dan tehnis modern penyelidikan dan penyidikan yang akan mampu mengungkap berbagai macam kejahatan trans nasional, kejahatan kotijensi, dan kejahatan berdimensi ekonomi serta politik dan lain sebagainya, salut buat Kapolda.*

×
Berita Terbaru Update