PELALAWAN, ELITNEWS.COM — Komunitas literasi @garisbawah.titik menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) dan refleksi film Pesta Babi pada Jumat malam, 22 Mei 2026, di Om Dut Coffee Pangkalan Kerinci. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.30 WIB hingga 22.15 WIB itu diikuti sekitar 40 peserta dari kalangan mahasiswa, aktivis, dan masyarakat umum di Kabupaten Pelalawan.
Acara dipimpin langsung oleh founder komunitas, Yuga, dan turut dihadiri sejumlah tokoh organisasi kepemudaan serta aktivis daerah. Di antaranya Ketua GMN Pelalawan Pandu Mustaqim, Ketua GMKI Pelalawan Yosep M. Sihombing, serta founder komunitas garisbawah.titik, Cici.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut dikemas sebagai ruang literasi terbuka yang bertujuan membangun budaya diskusi kritis terkait isu-isu sosial di tengah masyarakat. Film Pesta Babi dipilih karena dinilai menghadirkan potret realitas sosial yang jarang dibahas secara terbuka di ruang publik.
Founder komunitas garisbawah.titik, Cici, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak bertujuan memprovokasi konflik ataupun kerusuhan sosial. Menurutnya, forum diskusi dan literasi justru menjadi sarana membangun kesadaran kritis masyarakat melalui pendekatan seni, dialog, dan kajian ilmiah.
“Perubahan sosial dapat dimulai melalui budaya membaca dan diskusi sehat, bukan melalui tindakan konfrontatif,” ujar Cici dalam sesi refleksi usai pemutaran film.
Sementara itu, Yuga dalam pemaparannya menyoroti pentingnya perhatian pemerintah terhadap hak dan aspirasi masyarakat Papua. Ia menilai masyarakat Papua perlu diberi ruang lebih besar dalam pembangunan dan pengambilan kebijakan, termasuk memastikan setiap regulasi tetap mempertimbangkan kepentingan masyarakat lokal.
Dalam sesi diskusi, Ketua GMN Pelalawan Pandu Mustaqim turut menyinggung persoalan agraria di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo. Menurutnya, masyarakat yang terdampak konflik lahan sawit hingga kini masih membutuhkan penyelesaian yang adil dan transparan dari pemerintah.
Selain itu, Ketua GMKI Pelalawan Yosep M. Sihombing menilai kondisi sosial dan politik nasional saat ini masih dipengaruhi kepentingan elite tertentu yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Ia mengajak generasi muda agar tidak apatis terhadap isu politik dan kebijakan publik karena dinilai berkaitan erat dengan kondisi ekonomi serta kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari.
Informasi yang berkembang menyebutkan kegiatan tersebut sempat mendapat penolakan dari pihak RAPP karena perusahaan itu diduga memiliki keterlibatan proyek di Papua. Meski demikian, kegiatan tetap berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga selesai pukul 22.15 WIB dengan pengamanan dan pengawasan situasi yang berjalan baik.****

