Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rp4 Miliar Dikucurkan, Wali Kota Agung Nugroho Benahi Drainase Jalan Paus untuk Tuntaskan Banjir Pekanbaru

Selasa, 01 September 2026 | 13:57 WIB Last Updated 2026-09-01T06:57:09Z

 


PEKANBARU, ELITNEWS.COM — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus memperkuat penataan infrastruktur perkotaan sekaligus mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi setelah hujan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni membangun drainase baru di Jalan Paus, Kecamatan Marpoyan Damai, dengan anggaran mencapai Rp4 miliar.



Pembangunan drainase tersebut kini tengah berjalan. Saluran yang dibangun memiliki lebar sekitar 3 meter dengan kedalaman 1,5 meter dan membentang sepanjang 366 meter, mulai dari persimpangan Jalan Arifin Ahmad-Jalan Paus hingga menuju anak sungai.


Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas aliran air di kawasan tersebut. Wali Kota Pekanbaru H. Agung Nugroho, S.E., M.M., saat meninjau langsung pembangunan drainase, Selasa (1/9/2026), mengatakan proyek tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mengurangi genangan dan banjir, khususnya di kawasan Jalan Paus dan Jalan Arifin Ahmad.


Peninjauan dilakukan bersama Kepala Dinas PUPR Pekanbaru Edward Riansyah dan sejumlah pejabat terkait. “Ini kita sudah menganggarkan Rp4 miliar, mulai dari persimpangan Jalan Arifin Ahmad sampai ke anak sungai,” ungkap Agung. 


Menurutnya, persoalan banjir di kawasan tersebut salah satunya disebabkan kapasitas drainase yang ada tidak mampu menampung debit air ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.


Agung menjelaskan, penanganan banjir tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemko Pekanbaru. Di kawasan Jalan Arifin Ahmad, pemerintah kota juga menilai diperlukan pembangunan drainase baru yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Riau. Karena itu, koordinasi lintas pemerintahan diperlukan agar sistem drainase dapat terhubung dan berfungsi secara optimal.


Hasil temuan Dinas PUPR sebelumnya juga menunjukkan bahwa di sekitar lokasi pembangunan Jalan Paus sebenarnya pernah terdapat drainase dengan lebar sekitar 2 meter dan kedalaman 1 meter. Namun, saluran tersebut kini tertutup material padat, pasir, sampah hingga bangunan yang berdiri di atas jalur drainase, sehingga menghambat aliran air.


“Pembangunan drainase ini kita lakukan untuk mengatasi persoalan banjir. Namun masyarakat juga harus ikut menjaga. Kalau sampah sudah menumpuk, ini akan percuma saja kita bangun drainase karena akan mengakibatkan banjir juga,” tegas Agung.


Ia mengajak masyarakat tidak menjadikan saluran air sebagai tempat membuang sampah maupun mendirikan bangunan yang dapat mengganggu fungsi drainase.


Selain pembangunan infrastruktur, penertiban bangunan maupun aktivitas yang berdiri di atas median dan ruang milik jalan dinilai penting untuk mendukung tata kelola Kota Pekanbaru yang lebih tertib, rapi dan mencerminkan karakter Pekanbaru sebagai kota yang menjunjung budaya Melayu. 


Pemerintah mengajak masyarakat bersama-sama menjaga ruang publik, kebersihan dan saluran drainase agar pembangunan yang telah menggunakan anggaran daerah benar-benar memberikan manfaat. “Mari sama-sama kita jaga kebersihan lingkungan, terutama drainase, sehingga betul-betul berfungsi untuk mengurangi banjir,” tutup Agung.****

×
Berita Terbaru Update