Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Disimpulkan Kabar Penampakan Harimau Sumatera di HGU SBU HOAX

Kamis, 27 Februari 2020 | 10:11 WIB Last Updated 2020-02-27T03:11:26Z

PELALAWAN, ELITNEWS.COM - Kapolres Pelalawan AKBP M. Hasyim Risahondua. SIK. MSI melalui paur Humas Iptu H Edy Harjanto SH, Kamis (27/02/2020) memberikan penjelasan perkembangan kabar harimau diduga Hoax.

Foto harimau di lokasi HGU PT Surya Bratasena Plantation (SBP) hanya rekayasa salah satu warga (SW). Selengakapnya penjelasan paur untuk klarifikasi setelah tim ke lokasi.
" Beredarnya informasi penampakan harimau sumatra di kawasan HGU PT. Surya Bratasena Plantation Kecamatan Kuras.
1. Setelah Tim Polsek Pangkalan Kuras yang di pimpin langsung oleh Kanit Intelkam AKP Ruzensyah SH beserta 5 personil melakukan lidik tentang informasi penempakan harimau sumatra di kawasan perkebunan kelapa sawit milik PT. Surya Bratasena Plantation.
2. Mencari masyarakat yang melihat secara langsung harimau sumatra dan melakukan wawancara di lokasi an. Sawal, Ibas, Doni dan Suwarno.
Keterangan  Sawal  mengaku melihat secara langsung harimau sumatera sebanyak 1 ekor pada hari Rabu tgl 26 Feb 2020 sekira jam 08.30 wib di sekitar hutan kepungan Sialang Desa Sorek Dua Kecamatan Pangkaln Kuras saat hendak menuju Pabrik Kelapa Sawit PT SBP  dan harimau tersebut menyeberang  jalan poros kebun kelapa sawit dan mengambil dokumen memakai kamera Hp dengan jarak lebih kurang 50 m".

Sedangkan Ibas dan Doni menerangkan, pada saat jaga alat berat di kawasan PT SBP abdeling 7 pada malam hari. "Melihat cahaya mata yg di duga harimau pada tgl 24 Feb 2020 sekira jam 20.00 wib, dengan jarak lebih kurang 50. m namun tidak jelas apak bentuk tubuhnya karena cuaca gelap, kemudian melaporkan kepada satpam yang patroli dan dilakukan pengecekan di lokasi dan tidak di jumpai harimau".

Selanjutnya Suwarno menerangkan," melihat 3 ekor harimau di sekitar kebun kelapa sawit miliknya di Sei Alam Desa Dundangan pada tgl 25 Feb 2020 sekira jam 10.00 wib pada saat akan manen kelapa sawit," bebernya.

Mendapat laporan itu tim Polsek yang terdiri Tim gabungan terdiri dari
1. Polri  : 5 pers di pimpin oleh Kanit IK AKP Ruzensyah.
2. BKSDA : 5 pers di pimpin oleh sdr. Sugito.
3. TNI  : 1 pers Babinsa sorek dua Sdr. Sertu Marwan.
4. Pihak PT. Surya Bratasena Plantation sebanyak 10 org di pimpin oleh GM.Perusahaan Sdr. Zul Amri.
Kegiatan Investigasi dan analisa di mulai jam 11.00 wib dan berakhir jam 18.00 wib hingga saat ini sit aman dan kondusif .
1. Melakukan kordinasi dgn pihak PT SBP, BKSDA .
2. Melakukan cek dan riksa di lokasi penampakan harimau sumatra.
3. Melakukan analisa jejak-jejak yang di duga jejak harimau sumatra.
Ternyata
1. Atas pengakuan  Sawal di lokasi hutan kepungan sialang tentang melihat langsung harimau tidak benar ( hoax ) karena jejak harimau yang di jumpai tidak sesuai bentuk jejak harimau dari hasil analisa Tim BKSDA dan lokasi gambar foto harimau yang beredar tidak sesuai dengan aslinya ini semua rekayasa  Sawal untuk menakuti masyarakat.
2. Pengakuan  Ibas dan Doni di lokasi abdeling 7 melihat cahaya mata di duga harimau setelah di analisa oleh Tim BKSDA jejak-jejak di lokasi tidak di jumpai jejak harimau tapi di jumpai jejak mirip hariau akar ( sejenis kucing hutan dan tidak berbahaya bagi manusia maupun hewan ternak ).
3.  Di lokasi Sei Alam di Desa. Dundangan atas pengakuan Suwarno setelah di lakukan pengecekan dan analisa dari Tim BKSDA tidak di jumpai jejak harimau sumatra dan hanya jejak mirip harimau akar atau sejenis kucing hutan.

Kesimpulan, bahwa Berita yang beredar di media online tentang berkeliaran harimau sumatra di kawasan perkebunan PT. SBP sebanyak 5 ekor adalah tidak benar atau Hoax. Gambar atau foto harimau yang beredar diambil  Sawal dari Fb an.

Pujakesuma dan setelah di cocokan oleh Tim BKSDA poto tersebut di lokasi Jambrut - Siak. Jejak-jejak yang di temukan yng di duga jejak harimau setelah di analisa Tim BKSDA adalah bukan jejak harimau, namun jejak  mirip jejak macan akar atau sejenis kucing hutan karena jejaknya kecil berukuran panjang 6 cm, lebar 4 cm.

Tim BKSDA, tetap akan memasang kamera pemantau di lokasi, yang di duga jejak harimau atau sejenis kucing hutan untuk mencari data yang lebih akurat. ( EP)
×
Berita Terbaru Update