Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Warga Pelalawan Jadi 2 Pasien Positif COVID -19 Kedua Pasien Pasangan Suami - Istri

Sabtu, 04 April 2020 | 03:18 WIB Last Updated 2020-04-03T20:18:35Z



PELALAWAN, ELITNEWS.COM - Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan yang juga jurubicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID -19 Kabupaten Pelalawan Asril SKM MKes menyampaikan warga Pelalawan bertambah jadi 2 pasien positif COVID -19 . Pasien kedua positif COVID -19 di Kabupaten Pelalawan berinisial J (58) yang merupakan Pasien dalam Pengawasan (PDP) sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Pekanbaru. Demikian disampaikan Asril SKM MKes dalam jumpa pers didampingi Sekretaris Awaludin dan Dr Erina Zulfa, Jumat (03/04/2020) sore.

"Pasien PDP kabupaten Pelalawan dinyatan positif COVID -19, setelah hasil pemeriksaan sampel atau swab dari laboratorium Kementerian Kesehatan (Kemenkes) keluar pada Jumat 03 April 2020. Dan sudah diumumkan Gubernur Riau merupakan pasien ke 9 dari 10 yang sudah dinyatakan positif COVID -19, di Propinsi Riau," ujar Asril.

Dikatakan Asril , " pasien J (58) memiliki hubungan kontak dengan pasien RBT (50) pasien pertama positif COVID -19 itu. Mereka satu rumah dan merupakan pasangan suami istri. RBT memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit, yakni dari Jakarta pada tanggal 13 Maret 2020. Dan J diduga orang kontak dari RBT," kata Asril.

Dari riwayat perjalanan atau penyelidikan epidemologi ( PE) bahwa RBT memiliki riwayat perjalanan didaerah terjangkit. "Sebelumnya pengakuan pasien RBT dan keluarganya melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Dan kontak dengan keluarga dan pasangan ini terinfeksi. Kita berdoa cepat sembuh dan pulih," tukas Asril.

Menjawab informasi yang berkembang di Rumah Sakit Efarina, sewaktu RBT dirawat sebelum PDP di isolasi di RS Pekanbaru. " Hasil konfirmasi dan Tracing Screen di RS Efarina. RS Efarina merawat pasien RBT menggunakan APD dan memiliki SOP standard kesehatan. RS Efarina saat pemeriksaan kesehatan. Petugas telah menggunakan APD lengkap sesuai SOP. Hasil diagnosa sementara dari RS Efarina waktu itu gejala Typus. Selanjutnya RBT pulang permintaan sendiri dan selanjut dirujuk ke RS Pekanbaru ditetapkan tercatat pasien dalam pengawasan (PDP) COVID -19. Jadi clear jangan ada katanya katanya," jawab Asril.

Terkait ada 3 PDP yang juga orang dekat dari pasien J dan RBT masih menjalani isolasi di RSUD. " Untuk sementara masih diisolasi di RSUD menunggu hasil konfirmasi selanjutnya. Memang ada pengajuan pasien untuk isolasi mandiri. Masih di pertimbangkan , untuk saat ini masih lebih baik diisolasi di RSUD," jelas Asril.

Menyangkut ada kontak orang dekat kepada pasien positif COVID -19 . "Tim tracing screen telah bekerja, melakukan penelusuran dan pemeriksaan kepada yang pernah kontak. Semoga mata rantai ini segera dapat kita putus berkat dukungan seluruh masyarakat. Bagi yang merasa curiga pernah kontak segera lapor, atau isolasi mandiri juga baik. Dan tetap jaga kesehatan," himbau Asril.

Asril menegaskan Pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin dan juga para medis. Kita harus mendukung dan bersama memutus mata rantai penyebaran COVID -19. Mari bersama dukung sang pasien segera sembuh dan para medis tetap semangat. Bersama cegah penyebaran virus corona COVID -19. Tetap hidup sehat dan bersih, menjaga kontak . Jauhi kerumunan, menghindari pertemuan yang banyak, gunakan masker, jarak enggak boleh kurang dari 1 atau 1,5 meter. Berikan edukasi kepada sesama sebagai pesan pesan positif kepada masyarakat agar bencana COVID -19  segera teratasi. (EP)
×
Berita Terbaru Update