Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

200 Sak Semen Membeku, LSM Laporkan Kades Segamai Ke Polres Pelalawan

Selasa, 16 Maret 2021 | 18:23 WIB Last Updated 2021-03-16T11:23:46Z


PELALAWAN, ELITNEWS.COM – Kepala Desa Segamai Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan Propinsi Riau, Rizaldi dilaporkan Lembaga Swadaya Masyarakat  Projamin ke Polres Pelalawan. Kepala Desa tersebut dilaporkan pada Hari Selasa Tanggal (16/3/3/2021) sekira pukul 10:30 WIB. Hal ini disampaikan Nila Hermawati, SH anggota LSM Projamin dan juga Pengacaranya   Selasa (16/03/2021).


Dikatakan Nila bahwa laporan pengaduan DPC LSM ROJAMIN (Profesional Jaringan Mitra Negara Relawan Jokowi - Ma’ruf Amin (Projamin) diterima oleh bagian Reskrim Polres Pelalawan Kanit III Reskrim.

Laporan  tersebut terkait dengan indikasi dugaan penyelewengan keuangan Desa Sagamai yang diduga Proyek Jalan Semenisasi di desa tersebut anggaran tahun 2019-2020.

Nila yang mendampingi  pelapor bernama Syamsul (44) yang juga anggota LSM  di Mapolres Pelalawan mengatakan melaporkan Kepala Desa Segamai berkaitan dengan temuan investigasi beberapa hari yang lalu ditemukannya tumpukan material bangunan 200 sak semen merek Tiga Roda membeku, onggokan pasir cor, batu split atau batu pecah diperkirakan jumlahnya puluhan meter kubik.

"Hasil investigasi warga dan wartawan pada Hari Senin Tanggal 1 Maret 2021. Ditemukan tumpukan 200 sak semen merek Tiga Roda dengan kondisi sudah membeku dan tak bisa digunakan. Semen tersebut ditemukan dalam keadaan tertutup dengan plastik hitam. Selain itu investigasi juga menemukan onggokan pasir cor, batu split atau batu pecah diperkirakan jumlahnya puluhan meter kubik.

Tumpukan material bangunan tersebut ditemukan di RT 9 RW 4 Parit Pisang Dusun 3 Desa Segamai Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan propinsi Riau di titik koordinat N103′ 0184461″E.

Diduga tumpukan material bangunan tersebut diperuntukkan pembangunan proyek jalan semenisasi penghubung Parit Pisang Dusun 3 RT 8, 9 RW 4 Desa Segamai yang tidak digunakan untuk pembangunan proyek tersebut. Menurut informasi warga diperkirakan tumpukan semen sudah lama sekitar 6 bulan yang lalu.

Akibat membekunya 200 sak semen itu membuat proyek jalan seminsasi diduga tahun anggaran 2019 – 2020 yang bersumber dari ADD pekerjaan tidak siap.

Tim investigasi  tersebut didampingi oleh RT, Kepala Dusun dan tokoh masyarakat setempat.

Hasil pengukuran tim investigasi warga dan keterangan Kadus setempat bahwa panjang proyek jalan semenisasi itu diperkirakan panjangnya 2.228 Meter. Selesai  dikerjakan 1.369 Meter dan belum dikerjakan 600 Meter dan lebar jalan 1 Meter ketebalan 15 cm.

Menurut keterangan warga kontraktor dalam pelaksana pekerjaan proyek ini tanpa pemasangan papan proyek. Sehingga kami tidak tau persis anggaran berapa banyak uang yang dihabiskan untuk proyek ini. Kemudian pekerjaan jalan ini diputus-putus sebanyak 3 titik dengan jumlah jarak satu titik 200-an meter dan ditotalkan sepanjang 600 Meter," kata Nila menerangkan lengkap.

Ditegaskannya, “Jalan tak siap 600 meter, semen 200 sak beku. Berapa duit negara habis tak menentu. Kita anggap saja harga semen di TKP karena daerah perairan Rp 100 ribu per sak, kalikan saja berapa duitnya negara habis sia-sia,” terang Nila.

×
Berita Terbaru Update