Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

HMI Instruksikan Aksi di Kejari Pelalawan

Rabu, 07 Januari 2026 | 12:10 WIB Last Updated 2026-01-07T05:10:22Z

 


PEKANBARU, ELITNEWS.COM,-- Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru, Givo Vrabora, Selasa 06 Januari 2026 menginstruksikan HMI Koordinator Komisariat Pelalawan untuk menggelar aksi demonstrasi di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan. Aksi ini dipicu oleh lambannya penanganan dugaan korupsi pupuk subsidi di Kabupaten Pelalawan yang disebut merugikan keuangan negara hingga Rp34 miliar.



Menurut Givo, dugaan korupsi pupuk subsidi merupakan kejahatan serius karena menyentuh sektor strategis yang berdampak langsung terhadap kehidupan petani serta ketahanan pangan nasional. Ia menilai, kasus tersebut seharusnya menjadi prioritas utama aparat penegak hukum.


“Kami memandang Kejari Pelalawan bergerak lamban dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi subsidi pupuk yang merugikan negara sebesar Rp34 miliar. Seharusnya sebagai garda terdepan penegakan hukum, Kejari dapat lebih sigap, apalagi yang terdampak langsung adalah rakyat kecil, yakni para petani,” tegas Givo.


Ia juga menyoroti belum terlihatnya langkah progresif dan transparan dari pihak kejaksaan dalam mengungkap perkembangan penyidikan kasus tersebut. Kondisi ini, menurutnya, berpotensi mencederai kepercayaan publik dan semangat pemberantasan korupsi di daerah.


Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan fungsi kontrol sosial mahasiswa, HMI Cabang Pekanbaru menginstruksikan HMI Koordinator Komisariat Pelalawan untuk turun ke jalan mengingatkan aparat penegak hukum agar serius dan profesional dalam menangani perkara tersebut.


“Untuk itu, kami HMI sebagai organisasi yang berada di garis rakyat menginstruksikan HMI Koordinator Komisariat Pelalawan agar mengingatkan Kejari Pelalawan untuk segera menyelesaikan kasus ini dan menetapkan tersangkanya,” lanjut Givo.


Dalam rencana aksi demonstrasi yang akan digelar secara terbuka, damai, dan konstitusional, HMI menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni segera menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi pupuk subsidi, membuka secara transparan perkembangan penyidikan kepada publik, serta menindak seluruh pihak yang terlibat tanpa pandang bulu, termasuk aktor intelektual di balik kasus tersebut.


HMI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus pupuk subsidi hingga tuntas. Apabila penegakan hukum dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya, HMI menyatakan siap memperluas konsolidasi dan meningkatkan tekanan publik sebagai bagian dari perjuangan melawan korupsi.


“HMI sebagai organisasi perjuangan akan terus berkomitmen mengawal kasus ini sampai selesai sebagai bentuk keberpihakan di garis rakyat,” tutup Givo.****

×
Berita Terbaru Update