Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

PARADE DEFILE DAN DRAMA KOLOSAL, RAMAIKAN HUT TNI KE-74 DI MAKODAM V/BRAWIJAYA

Minggu, 06 Oktober 2019 | 00:53 WIB Last Updated 2019-10-26T01:17:56Z
SURABAYA - Puncak peringatan HUT TNI ke-74 di Makodam

V/Brawijaya, Surabaya, berjalan dengan penuh antusias masyarakat.

Pasalnya, selain dihiasi dengan parade defile, peringatan HUT TNI di

Makodam saat ini, juga turut dihiasi diwarnai dengan adanya drama

kolosal yang disuguhkan oleh para Seniman Surabaya.


Melalui amanat Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto,

Dangartap III/Surabaya, Mayjen TNI Wisnoe, P. B, mengatakan jika dirinya

bangga terhadap seluruh prajurit dan PNS TNI yang selama ini telah

menunjukkan profesionalitas dalam melaksanakan setiap tugas yang telah

dipercayakan oleh rakyat, bangsa dan negara.

“Hal itu, harus disyukuri sekaligus menjadi cambuk bagi

kita semua untuk berbuat lebih baik lagi. Oleh karena itu, upaya

tersebut sangat sejalan dengan tema HUT TNI yang kita usung saat ini,

_TNI Profesional Kebanggaan Rakyat,”_ jelas Mayjen Wisnoe. Sabtu, 5

Oktober 2019.

Perkembangan dunia, kata Dangartap, telah menciptakan

dimensi dan metode peperangan baru. Kemajuan teknologi yang sangat

berguna, ternyata juga membawa dampak disruptif di berbagai bidang.

“Hal ini, telah menjadikan konsep peperangan tidak lagi

terbatas dalam suatu batas teritorial dan masuk ke berbagai dimensi.

Sebagai contoh, perang siber yang disertai perang informasi. Walaupun

tidak mengancurkan, tapi sangat merusak bagi kehidupan berbangsa dan

bernegara,” kata Dangartap


Jenderal bintang dua kelahiran Kota Surabaya itu menambahkan

jika konsep-konsep tersebut, mengaburkan filosofi perang konvensional

dengan menggeser dimensi waktu. Sebab, kata Mayjen Wisnoe, perang-perang

tersebut terjadi di masa damai.

“Ditambah lagi potensi bencana alam yang dapat terjadi

setiap saat. Ancaman militer dan nir militer berubah, dan TNI harus siap

menghadapinya,” bebernya.

Bahkan, guna menghadapi kompleksitas ancaman tersebut,

sangat diperlukan postur TNI ideal yang dibangun sesuai kebijakan

pertahanan negara dan disusun dengan memperhatikan kondisi geografis

Indonesia sebagai negara Kepulauan.

“Pembangunan Postur TNI meliputi pembangunan kekuatan,

pembinaan kemampuan dan gelar kekuatan TNI,” jelasnya.

Untuk diketahui, dalam kurun waktu 2018-2019, beberapa

organisasi baru mulai dibentuk. Selain pembentukan Divisi

Infanteri-3/Kostrad, juga terdapat beberapa organisasi lainnya, termasuk

diantaranya Koarmada III, Koopsau III dan Pasmar-3 Korps Marinir guna

menghadapi trouble spot di wilayah Indonesia bagian timur.


Selain itu, juga terdapat Satuan TNI Terintegrasi (STT)

Natuna yang dibentuk pada tanggal 18 Desember 2018 sebagai pangkalan aju

bagi unsurunsur TNI yang beroperasi di wilayah utara Indonesia,

Pembentukan Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI pada tanggal 30 Juli

2019 untuk menyelenggarakan operasi khusus guna menyelamatkan

kepentingan nasional di dalam maupun di luar wilayah NKRI. Pembentukan

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I, II dan III pada

tanggal 27 September 2019 untuk 8 menyelenggarakan kampanye militer,

operasi gabungan dan operasi lainnya dalam rangka melaksanakan tugas

pokok TNI.

Dijelaskan Dangartap, berbagai kekuatan yang bersatu itu,

nantinya mampu menghasilkan energi yang luar biasa bagi kemajuan bangsa.

“Untuk itu, saya akan memberikan penekanan kepada seluruh

prajurit dan PNS TNI dimanapun berada dan bertugas, untuk mempedomani

nilai-nilai keprajuritan, soliditas TNI, Kemanunggalan antara TNI dan

rakyat, serta sebagai perekat dan pemersatu bangsa yang ber-Bhinneka

Tunggal Ika,” ujar Dangartap. “Sekaligus, tingkatkan kewaspadaan,

profesionalisme, serta peningkatkan kualitas SDM dalam menghadapi

berbagai macam tantangan yang kian kompleks,” imbuh Mayjen TNI Wisnoe,

P. B, melalui amanat Panglima TNI yang dibacakannya.

Dalam upacara peringatan tersebut, tak hanya dihadiri oleh

Dangartap III/Surabaya saja. Namun, terdapat beberapa pejabat TNI serta

Forkopimda lainnya yang ikut serta mengikuti pelaksanaan upacara HUT TNI

ke-74 tersebut, termasuk diantaranya Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar

Parawansa dan Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Himawan.
×
Berita Terbaru Update