Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Remaja Terbakar 50 Persen Dirawat RSUD Selasih Diduga Mendapat Penganiayaan Setelah Dituduh Mencuri

Senin, 16 Maret 2020 | 19:31 WIB Last Updated 2020-03-16T12:31:22Z

PELALAWAN, ELITNEWS.COM.- Seorang remaja dibawa umur mengalami luka bakar serius mencapai 50 persen. Menjalani rawat inap di RSUD Selasih Kabupaten Pelalawan hingga Senin (16/03/2020).

Korban ini Inisial D  diduga mengalami  penganiayaan  berat dan dibakar oleh 10 orang pemuda setelah dituduh melakukan pencurian di kawasan kilometer 74 Dusun Gunung Makmur Desa Ranto Kasih, Kecamatan Sungai Pagar Kabupaten Kampar.

Direktur RSUD Dr Khairul MSi membenarkan ada pasien Remaja terbakar 50 persen. Saat ini korban tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Selasih Pelalawan akibat luka bakar di sekujur tubuhnya.

"Pasien diterima pada Selasa (10/03) lalu,  keadaannya mengalami luka bakar serius 50 persen beresiko tinggi. Sekujur tubuh korban dalam kondisi gawat darurat sudah teratasi,  saat ini  korban mulai stabil kondisi sadar dan  mengeluh sakit dibagian perutnya. Perawatan diruang ICCU , sudah sadar,"ujarnya.

Remaja ini dijaga seorang ibu korban remaja terbakar. Sarmauli menceritakan tentang kejadian terbakar. Anaknya bernama DM umur 14 Tahun ditemukan dipinggir jalan dalam kondisi terbakar.  Saat ia pulang dari kebun. Sarmauli langsung menangis dan berteriak menyelamatkan anaknya. Saat itu DM  dihujani pukulan dan siraman minyak dan dibakar.  Saat peristiwa terjadi pada Selasa (10/03/2020) lalu.

"Malam itu, saya baru pulang kerja dari kebun, terus saya lihat ramai-ramai dipinggir jalan. Ada apa ini, saya melihat anak saya sudah terbaring dan meminta tolong kepada saya. Lantaran kondisinya terbakar, saya shock dan langsung meminta pertolongan pada warga di jalan. Saat itu pikiran sudah panik, melihat kondisi saya dan anak saya dibentak bentak," ujarnya.

Sarmauli menjelaskan, peristiwa pembakaran anaknya masih bawah umur ini dipicu adanya laporan warga  yang mengatakan DM mencuri Kompor gas di sebuah warung  tidak jauh dari rumahnya.

"Awalnya anak saya disuruh.  Dia disuruh mencari kompor jenis kompor gas. Setelah dapat malah anak saya dilaporkan mencuri sama orang yang menyuruhnya. Terdengar oleh warga sekitar, mereka emosi dan memukuli anak saya dan menyiramnya dengan bensin serta ban ke arah anak saya. Anak saya dituduh mencuri lalu dipaksa mengakui dan dibakar mereka. Anak saya sehari hari bantu bantu di bengkel tambal tempat dia terbakar, dia sudah setahun tidak sekolah," kata Sarmauli.

Sarmauli berharap, polisi bisa mengungkap dan mengamankan ke 10 pelaku yang membakar anak saya. Para pelaku  masih terlihat tanpa merasa salah. Anak saya luka terbakar dan dianiaya. Tolong diproses hukum pelakunya.

(EP)
×
Berita Terbaru Update