Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kunjungan Kepala BPTP Kepri ke Lahan Pertanian KOREM 033/Wira Pratama Tanjungpinang

Senin, 08 Juni 2020 | 15:09 WIB Last Updated 2020-06-08T08:09:46Z


Kepri - Jumat 05 Juni 2020, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kepulauan Riau Dr. Ir. Sugeng Widodo, MP., didampingi Penyuluh BPTP Kepri (R. Catur Prasetiyono, SP., S.Pt., dan Lutfi Humaidi, M.Sc.) melakukan kunjungan ke lahan pertanian Korem 033/Wira Pratama Tanjungpinang.

Kepala BPTP Kepri, Sugeng dalam kunjungannya diterima oleh Pasi Bakhti Korem 033/WP Capten Cbh Suriman didampingi oleh anggota lainnya. Kunjungan tersebut menindaklanjuti pertemuan antara BPTP Kepri dan Korem 033/WP yang dilakukan di Kantor BPTP Kepri pada akhir bulan Mei 2020 dalam rangka menjalin kerjasama pertanian.

Sugeng bersama dengan tim langsung menyapa para anggota TNI yang sedang bekerja memperbaiki bedengan di lahan area Korem 033/WP dengan teknologi Turiman melalui kegiatan kajian pola tanam tumpang sari tanaman kedelai  dan jagung di lahan kering.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BPTP Kepri, Sugeng menyampaikan program Turiman ini sekaligus mengenalkan varietas unggul yang dilepas oleh Balitbangtan. Teknologi Turiman Jagole atau Turiman Jale (jagung dan kedelai) dapat meningkatkan nilai tambah karena dalam satu hamparan bisa memperoleh dua komoditas. “Harapan kedepan, hasil panen kedelai nanti dapat dikembangkan menjadi benih sebar kedelai, untuk mencukupi kebutuhan benih di Tanjungpinang dan Bintan Provinsi Kepulauan Riau,”kata Sugeng.

Teknologi Turiman yang diterapkan dalam kajian terdiri dari empat perlakuan. Pertama, teknologi Turiman berdasarkan petunjuk teknis Direktorat Jenderal Tanaman Pangan yaitu: jagung dua baris dengan jumlah populasi 88.000 tanaman dan populasi kedelai 336.000 tanaman. Kedua, berdasarkan petunjuk teknis Balitbangtan yaitu jagung dua baris dengan jumlah populasi 105.600 tanaman dan populasi kedelai 312.000 tanaman.
Ketiga, berdasarkan pola tanam dengan modifikasi jarak tanam dan jumlah benih per lubang yaitu jagung dua baris dengan jumlah populasi 50.000 tanaman dan kedelai empat baris dengan jumlah populasi 200.000 tanaman. Serta, jagung dua baris dengan jumlah populasi 66.667 tanaman dan kedelai empat baris dengan jumlah populasi 200.000 tanaman.

Varietas kedelai yang ditanam adalah Dega 1 dan Grobogan. Dega 1 adalah keturunan persilangan antara varietas Grobogan dan Malabar. Persilangan buatan dilakukan pada tahun 2009 dan selanjutnya dilakukan penggaluran tahun 2010‒2012 hingga diperoleh galur Dega 1. Dega 1 mempunyai potensi hasil dan rata-rata hasil lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Grobogan dan Baluran. Umur masak lebih genjah dibandingkan dengan varietas Baluran. Ukuran biji (bobot 100 biji) lebih besar dibandingkan dengan varietas Grobogan dan Baluran.

Dega 1 agak tahan terhadap penyakit karat daun dan hama pengisap polong dengan kandungan protein 2,6%, lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Grobogan. Cara budidaya yang diperlukan adalah sama dengan budidaya kedelai yang telah ada saat ini, yaitu jarak tanam 40 cm x 15 cm atau 40 cm x 20 cm, dengan dua tanaman per rumpun. Dosis pupuk yang digunakan adalah 100-250 kg NPK/ha. Dengan pengelolaan tanaman yang optimal, terutama penyiangan (tepat waktu), pengendalian hama dan penyakit tepat waktu dan dosis, maka Dega 1 mampu memberikan hasil biji rata-rata >2,5 t/ha.
×
Berita Terbaru Update