Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

DR M Syafi'i: Sangat Ironis Banyak Industri, Kabupaten Pelalawan Rata Rata Bersekolah Cuma Sampai 8 Tahun

Selasa, 30 Maret 2021 | 19:36 WIB Last Updated 2021-03-30T12:36:24Z

 

PELALAWAN, ELITNEWS.COM - Data dari Badan Pusat Statistik tahun 2020 terungkap bahwa rata-rata masyarakat Kabupaten Pelalawan hanya rata lama sekolah (RLS)  8 tahun.  Ini dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menjadi skala ukur. BPS juga menyampaikan untuk sektor pendidikan rata-rata lama sekolah itu hanya berada pada postur kelas 8 atau masih SMP. Dengan postur seperti itu, artinya masyarakat yang putus sekolah di daerah ini masih banyak sekali. Hal ini dikatakan tokoh muda Akademisi Pelalawan, DR. Muhammad Syafi'i, pada Selasa (30/03/2021) di Pangkalan Kerinci. 



"Dengan kondisi IPM masih RLS masih 8 untuk sektor pendidikan. Ini hal yang sangat ironis dan kita jauh tertinggal karena kita berada di peringkat ketujuh se Riau, di bawah Kabupaten Siak. Ini dilema bagi kita karena Siak jarang industri dan pemekaran kabupaten bersamaan dengan Pelalawan," kata , DR. Muhammad Syafi'i, yang juga Ketua PGRI Riau ini.


Dia mengatakan kondisi seperti ini sebenarnya suatu hal yang ironis. Selain daerah Pelalawan terkenal dengan banyaknya industri, juga IPM di RLS  8 tahun untuk sektor pendidikan secara real bertolak belakang dengan program yang digaungkan Pemkab Pelalawan yakni Pelalawan Cerdas. 


"Bagaimana mau cerdas kalau rata-rata masyarakat Pelalawan hanya bersekolah sampai kelas 8 SMP," tandasnya. 


Dia mengatakan kondisi ini tak bisa dianggap gampang. Perlu dipikirkan dan dipelajari bersama sehingga kondisi ini harus menjadi cambuk bagi pihak-pihak terkait. 


"Kondisi ini menjadi jadi tanggung jawab industri, masyarakat dan pemerintah agar IPM dalam skala ukur tamat sekolah ini juga bisa maksimal," kata Syafi'i yang juga Dosen Fisika Lingkungan UNRI ini. 


Disinggung postur IPM 8 untuk sektor pendidikan ini berarti menyiratkan kegagalan program Pelalawan Cerdas. Syafi'i menampik menyatakan hal tersebut. Namun yang jelas, data atau kondisi IPM 8 untuk sektor pendidikan ini memang real. 


"Saya tak mengatakan kalau program Pelalawan Cerdas gagal atau tidak, itu tergantung persepsi masyarakat yang menilai. Yang jelas, data yang saya sampaikan itu real,"  tegasnya. 


Ditanya soal sisi mana yang salah hingga IPM 8 untuk sektor pendidikan dan apa yang harus dilakukan untuk mengubah ini. Syafi'i menyatakan pihak-pihak terkait harus duduk semeja membahas atau mengevaluasi kembali program yang sudah ada itu.


"Tapi yang jelas, real data mengatakan bahwa rata-rata lama masyarakat Pelalawan bersekolah hanya sampai kelas 8 SMP," tukasnya. ***

×
Berita Terbaru Update