Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Rokok Sempurna Antarkan Kasir Spur Game Mendekam di Penjara

Selasa, 04 Februari 2020 | 22:29 WIB Last Updated 2020-02-04T15:29:19Z

Elitnews.com, Batam - Menjadi seorang kasir dalam aktivitas perjudian berkedok gelanggang permainan (Gelper) di Spur Game Merlion mengantarkan Isra Mustika terpenjara, Selasa (04/02/2020).

Isra dituduh manajemen Gelper Spur Game Merlion telah menggelapkan dua slop rokok sempurna. Berawal dari tuduhan menggelapkan dua slop rokok manajemen mengantarkan Isra duduk di kursi pesakitan.

Dalam sidang pemeriksaan saksi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yan Elhas Zebua menghadirkan lima orang saksi diantaranya Candra, Sondang, Dede, Inggit dan Dedi sebagai menejer Spur Game Merlion.

Saksi Dede mengatakan bahwa dirinya melihat terdakwa mengambil beberapa slop rokok dan memasukkan ke dalam kantong, selanjutnya terdakwa menggulungnya untuk dibawa keluar lokasi gelper Spur Game Merlion.

"Saya melihat jelas perbuatan terdakwa dengan jarak satu meter dengan situasi gelap," ujar Dede menjawab pertanyaan Kuasa hukum terdakwa Khoirul Akbar.

Menurut penuturan Dede melihat terdakwa membawa bungkusan yang berbentuk rokok. "Usai melihat hal tersebut langsung saya melaporkan hal tersebut kepada Sondang," ucap Dede saat persidangan yang dipimpin oleh majelis hakim pengadilan negeri kota Batam Jasael Manulang, Muhammad Candra, Elfrida Yanti.

Dalam kesempatan yang sama saksi Sondang mengatakan bahwa terdakwa telah mengambil 30 slop rokok sempurna.

"Setiap harinya terdakwa membawa beberapa slop rokok mulai dari 15 Oktober 2019 hingga 28 Oktober 2019. Kalau ditotal semuanya ada 30 slop rokok yang diambil terdakwa," sebut Sondang saat persidangan.

Saat ditanyakan majelis hakim Muhammad Candra berapa slop rokok pastinya terdakwa bawa ke luar area gelper Spur Game Merlion. "Saya tidak mengetahui pastinya," jawab Sondang.

Sondang menerangkan sebenarnya hanya melihat tayangan dari cctv. "Ada sekitar dua atau tiga kali saya tonton video yang terekam di cctv," sebut Sondang dengan keraguan.

Mendengar keterangan saksi Sondang yang berbelit-belit membuat ketua majelis hakim pengadilan Jasael Manulang kesal dan mencerca sejumlah pertanyaan untuk mendapatkan informasi yang lengkap.

Jasael menyebutkan apakah saudara saksi Sondang membaca berita acara pemeriksaan (BAP) saat di kepolisian atau asal tanda tangan saja.

Dalam kesempatan yang berbeda kuasa hukum terdakwa Khoirul Akbar mengatakan bahwa kesaksian para saksi tidak ada yang tepat.

"Kesaksian para saksi tidak ada yang menjurus untuk menerangkan bahwa terdakwa Isra Mustika mengambil dan membawa rokok 30 slop dari area gelper Spur Game Merlion," sebut Khoirul.

Khoirul menerangkan inti daripada kesaksian para saksi hanya mengetahui peristiwa tersebut dari rekaman cctv saja. Sementara rekaman cctv tidak ada terlihat terdakwa mengambil rokok," ujar Khoirul saat ditemui usai persidangan.

Menurut Khoirul keterangan saksi Dede yang menyebutkan dirinya melihat terdakwa melakukan perbuatan mengambil rokok dalam jarak satu meter dengan situasi gelap.

"Hal tersebut tidak mungkin orang bisa melihat dalam kondisi gelap dengan jarak satu meter. Sedangkan jarak satu jengkal saja manusia tidak bisa melihat jika suasana gelap," sebut Khoirul.

Khoirul menyebutkan keterangan saksi Dede itu membingungkan dan sangat tidak masuk akal dan logika.

"Kalau mau memberikan keterangan harus ada kesesuaian antara situasi dan kondisi dengan peristiwa yang terjadi. Jangan membuat seakan-akan peristiwa tersebut terjadi tetapi tidak sesuai dengan situasi dan kondisi yang sebenarnya atau mengada-ada," tegas Khoirul.

Khoirul menegaskan jangan terlalu dipaksakan supaya terdakwa bersalah. Terdakwa tidak melakukan hal-hal yang dituduhkan kepada dirinya, jangan dipaksa untuk mengakui semuanya," tegas Khoirul.

Khoirul mengharapkan supaya Majelis hakim pengadilan negeri kota Batam yang mengadili perkara tersebut untuk bijaksana dalam mengambil sebuah keputusan. (JP)
×
Berita Terbaru Update